Pameran dan Lomba Bonsai Internasional Festival The Max 30 Hadir di Carangsari, Angkat Semangat Ciung Wanara

08 November 2025
Administrator
Dibaca 28 Kali
Pameran dan Lomba Bonsai Internasional Festival The Max 30 Hadir di Carangsari, Angkat Semangat Ciung Wanara

Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai Carangsari kembali menjadi pusat perhatian publik dengan digelarnya Pameran sekaligus Lomba Bonsai Internasional bertajuk “Festival The Max 30 International, Spirit of Ciung Wanara”. Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 1 hingga 10 November 2025, menghadirkan berbagai karya bonsai terbaik dari peserta dalam dan luar negeri.

Acara ini merupakan hasil inisiatif para penggiat dan pecinta bonsai, dengan I Made Suka, warga Desa Carangsari, sebagai pionir penyelenggara. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perbekel Carangsari, I Made Sudana, melalui Pemerintah Desa Carangsari yang turut memfasilitasi pelaksanaan pameran dan lomba berskala internasional tersebut.

Festival dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiarta, S.STP., MM, ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Carangsari yang mampu mengangkat potensi seni dan budaya melalui ajang internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan keindahan seni bonsai, tetapi juga menjadi wadah promosi wisata dan budaya lokal Carangsari,” ujar Rudiarta.

Selain pameran dan lomba bonsai, acara juga dimeriahkan dengan lomba Tari Baris dan Tari Condong, yang menampilkan generasi muda Desa Carangsari dalam melestarikan seni tradisi Bali. Nuansa budaya yang kental berpadu dengan keindahan bonsai menjadikan festival ini unik dan berkarakter.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara di berbagai kategori bonsai, yang diserahkan langsung oleh Perbekel Carangsari, I Made Sudana. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap antusiasme masyarakat dan peserta yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Festival ini membuktikan bahwa Carangsari tidak hanya dikenal sebagai desa bersejarah, tetapi juga sebagai desa kreatif dan produktif dalam bidang seni dan budaya,” ungkap Sudana.

Dengan tema “Spirit of Ciung Wanara”, festival ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat perjuangan, kreativitas, dan persahabatan antar-penggemar bonsai di tingkat global, sekaligus memperkuat citra Carangsari sebagai destinasi wisata budaya dan seni yang berkelas dunia.